MAKALAH METALURGI FISIK PDF

Latar Belakang Pada pengelasan misalnya dengan menggunakan las cair jenis las busur listrik dengan elektroda terbungkus Shielded Metal Arc Welding atau SMAW akan mengakibatkan logam yang terkena busur las mencair sehingga daerah logam las pernah mencair artinya pernah mencapai temperatur yang tinggi pula. Bahkan pada pengelasan baja, di sekitar logam las akan mencapai temperatur austenit dimana setelah temperaturnya turun maka fasa di sekitar logam las akan berubah tidak sama dengan logam induknya. Pada baja karbon sedang dan tinggi serta baja paduan mempunyai resiko terjadi fasa martensit yang getas di daerah sekitar logam las. Dan struktur mikro yang terbentuk pada daerah las, daerah batas las, daerah HAZ, dan daerah logam induk mayoritas tersusun atas struktur ferit dan sedikit perlit. Pemanasan awal dan akhir pada temperatur tertentu terhadap logam yang akan di las merupakan salah satu cara untuk meminimalkan terjadinya retak las dan perbedaan struktur mikro terutama antara daerah logam induk dengan daerah yang terpengaruh panas. Waktu pendinginan maka akan menyebabkan material menjadi bersifat keras tetapi getas, tatapi apabila laju pendinginan terlalu lambat akan membentuk sifat lunak tetapi ulet, sehingga kecepatan pendinginan yang nantinya digunakan harus dipertimbangkan dengan matang sesuai kebutuhan.

Author:Bram Dizshura
Country:Indonesia
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):27 November 2009
Pages:418
PDF File Size:19.74 Mb
ePub File Size:14.45 Mb
ISBN:907-2-66654-604-1
Downloads:86219
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Vumi



Sifat Fisik Bahan Cara material berinteraksi dan merespon terhadap berbagai bentuk energi merupakan perhatian utama ilmuwan ditinjau dari segi rekayasa yang merupakan dasar untuk desain dan inovasi. Energi yang bekerja pada material dapat berasal dari medan gaya gravitasi, listrik, magnetik , radiasi elektromagnetik panas, cahaya, sinar X , partikel energi tinggi dan sebagainya.

Sifat fisik yang penting dari material antara lain: 1. Kerapatan Didefinisikan sebagai massa per satuan volume material, bertambah secara teratur dengan meningkatnya nomor atomik pada setiap sub kelompok. Sifat Thermal Perubahan volume logam dengan berubahnya temperatur berperanan penting dalam proses proses metalurgi seperti pengecoran, penuangan dan perlakuan panas.

Fenomena perubahan volume ini banya menyebabkan terjadinya cacat baik ukuran makro maupun mikro pada kristal logam. Kapasitas kalor Heat capacity disini perlu dibedakan antara suhu dan kandungan kalor. Suhu temperatur adalah tingkat aktivitas thermal sedangkan kandungan kalor adalah adalah energi thermal dan keduanya berkaitan erat dengan kapasitas kalor yang sama dengan perubahan kandungan kalor per oC.

Sifat Listrik - Koduktivitas Listrik. Logam memiliki konduktivitas yang tinggi karena elktron-elektron dapat dengan mudah bermigrasi melalui kisi.

Menurut hukum Wiedmann-Franz menunjuka bahwa perbandingan konduktifitas listrik dan panas hampir sama untuk semua logam pada temperatur yang sama. Konduktivitas terjadi akbat gerkan elektron-elektron melalui kisi sedangkan Resistensi disebabkan oleh penyebaran gelombang elektron olehketidakteraturan kisi yang perubahanya banyak dipengaruhi oleh temperatur, unsur paduan, deformasi dan radiasi atom yang dapat menyebabkan periodisitas kisi.

Bahan-bahan yang memiliki jurang energi tidak terlalu besarsehingga dapat melewati eksitasi panas seperti Si dan Bi murni dimana pembawa arus bahan ini adalah elektron-elektron lapisan konduksi yang jumlahnya sama dengan lubang-lubang lapisan valensi. Bahan-bahan yang resisitensinya tiba-tiba turn sama dengan nol pada temperatur kritis tertentu dibawah nol K misal: Pb, Sn, Hg 4. Jika harga k negatif tolak menolak dengan daerah magnetik dinamakan material diamagnetik, namun sebagian besar logam mempunyai harga k positif tarik menarik , disebut paramagnetik jika harga k kecil dan ferromagnetik jika harga k besar BAB II.

Sifat Mekanik Bahan Sifat Mekanik Mechanical Properties adalah sifat yang berhubungan dengan pembebanan meliputi: Kekuatan Strength : kemampuan bahan untuk menerima tegangan tanpa menyebabkan bahan menjadi patah. Kekenyalan elasticity : kemampuan bahan untuk menerima beban tanpa terjadi perubahan bentuk yang permanen setelah beban dihilangkan.

Ketangguhan toughness : kemampuan bahan untuk menyerap sejumlah energi tanpa menyebabkan terjadinya kerusakan. Kelelahan fatique : kecenderungan dari logam untuk patah bila menerima tegangan berulang-ulang cyclic stress yang besarnya masih jauh dibawah batas kekuatan elastiknya.

Merangkak creep : kecenderungan suatu logam untuk mengalami deformasi plastik yang besarnya merupakan fungsi waktu, pada saat bahan tadi menerima beban yang besarnya relatif sama.

Keuntungan mengetahui sifat-sifat dari bahan antara lain: 1. Dapat memanfaatkan atau memilih bahan sesuai dengan sifatnya, sehingga pemakaian bahan sesuai dengan peruntukanya dan ekonomis.

Kemingkinan dapat memodifikasi sehingga dapat dibuat sifat baru yang disesuaikan dengan kebutuhan. Pengjian Sifat Mekanik. Pengjian sifat mekanik pada material yang sering dilakukan antara lain: 1. Uji Tarik Tension Test 2. Uji Kekerasan Hardness Test 3. Uji Beban Kejut Impact Test 4. Merangkak Creep. Hasil uji: kekuatan luluh, tarik, putus, nilai modulus young. Prisip Dasar: Sampel uji dengan ukuran dan bentuk tertentu ditarik dengan beban kontinyu sambil diukur pertambahan panjangnya, penarikan sampel uji dilakukan sampai patah.

Landasan Teori Deformasi bahan oleh beban tarik statik adalah dasar dari pengujian-pengujian dan study mengenai kekuatan bahan yang disebabkan oleh: 1. Mudah dilakukan. Menghasilkan tegangan yang seragam pada penampang.

Kekuatan Elastis. Kekuatan elastis ini ditunjukan oleh titik yield atau besarnya tegangan yang mengakibatkan yield a. Titik luluh: titik dimana bahan terus terdeformasi tanpa adanya penambahan beban fenomena bahan ulet. Kekuatan luluh: nilai tegangan saat bahan memperlihatkan batas deviasi tertentu dari proporsionalitas tegangan-regangan.

Kekakuan Stiffness. Suatu bahan dikatakan mempunyai kekakuan yang tinggi bila selama menerima beban dalam batas elastisitasnya hanya mengalami deformasi yang relatif kecil. Banyaknya energi yang diperlukan untuk meregangkan satu satuan volume bahan hingga mencapai batas elastis. Kekuatan tarik tensile strength.

Keuletan Ductility. Kemampuan bahan untuk meregang plastis sebelum putus. Ketangguhan Toughness. Adalah tegangan dimana sampel sudah patah atau beban pada saat putus dengan luas Ai. Pengujian Kekerasan 1. Prinsip Dasar. Sampel uji yang permukaanya rata dilakukan peneka nan dengan menggunakan indentor. Besarnya jejak indenta si menunjukan tingkat kekerasan bahan. Landasan Teori.

Kekerasan suatu bahan merupakan salah satu sifat mekanik yang penting dari suatu bahan dan definisi dari kekerasan ini ada beberapa macam tergantung dari cara pengujian yang dilakukan, beberapa definisi tersebut antara lain: 1. Kekerasan indentasi yaitu ketahanan dari suatu bahan terhadap indentasi permanen akibat beban dinamis atau statis.

Kekerasan pantul yaitu energi yang diserap pada beban kejut impact. Kekerasan goresan yaitu kekarasan terhadap goresan. Kekerasan abrasi yaitu kekerasan terhadap abrasi. Mampu mesin yaitu ketahanan terhadap pemotongan pengeboran.

Hasil dari pengujian kekerasan tidak dapat langsung digunakan dalam suatu desain seperti pada uji tarik, namun demikian uji kekerasan banyak dilakukan dan hasilnya dapat digunakan antara lain: - Pada beban yang sama bahan dapat diklasifikasikan berdasarkan kekerasanya dengan demikian dapat ditentukan penggunaanya. Untuk logam dan paduan pengujian kekerasan yang paling sering digunakan adalah berdasarkan indentasi permanen atau deformasi plastis akibat beban statis, yang termasuk dalam metoda indentasi ini antara lain: - Brinell - Vickers - Rockwell - Knoop - dll.

Pengujian Impak 1. Tujuan Mengetahui tendensi rapuh. Sifat mekanis bahan terhadap beban kejut. Temperatur transisi perpatahan.

Pengaruh temperatur terhadap keuletan bahan. Prisip Dasar Uji impact menggunakan sample uji batang bertakik. Energi yang digunakan berasal dari bandul yang diayunkan bebas dari ketinggian tertentu, kemudian akan menumbuk sample uji hingga mengalami perpatahan.

Keuletan bahan dapat diketahui dengan jalan pengujian tarik, akan tetapi data tersebut tidak dapat digunakan untuk mengetahui secara langsung sifat getas alamiah yang ada pada material tersebut oleh karena itu dilakukan pengujian impak. Pengujian impak perlu dilakukan untuk mengetahui ketangguhan bahan yaitu sifat mekanis dari bahan terhadap beban kejut dan temperaur transisi dari bahan.

Dasar dari pengujian impak adalah penyerapan energi potensial dari pendulum beban yang berayun yang menumbuk benda uji sehingga benda uji mengalami deformasi plastis.

Faktor banyaknya energi yang mampu diserap oleh bahan uji dapat digunakan sebagai indikasi awal sifat getas — ulet dari suatu bahan sebelum terjadinya perpatahan, dimana bahan yang ulet menunjukkan harga impak yang besar. Suatu bahan yang diperkirakan ulet tenyata dapat mengalami patah grtas, patah getas ini dapat disebebkan oleh beberapa hal antara lain: - Adanya takikan notch.

Dengan demikian suatu bahan yang akan beroperasi pada temperatur sangat rendah, misal pada suatu instalasi cryogenic perlu dilakukan uji tumbuk, khususnya untuk mengetahui temperatur transisi antara ulet dan getas. Ada empat pengujian impak yaitu: 1. Izot 2. Charpy 3. Dari keempat pengujian diatas hanya Izod dan Charpy yang banyak digunakan dalam pengujian impak, perbedaan pada pengujian ini hanya pada pembebananya.

Pada metode Izod, pembebanan dilakukan secara vertikal dan takik ditempatkan berhadapan dengan arah pembebanan, Sedangkan pada metode Charpy pembebanan dilakukan secara horizontal dan pembebananya dilakukan dari arah belakang takikan seperti pada gambar dibawah 4.

Pengujian Fatik Fatique 1. Tujuan Mengetahui pengaruh beban dinamis terhadap kemam puan fatik dari suatu bahan. Prinsip Dasar Pengujian dilakukan dengan memberi pembebanan dinamis pada sampel uji. Macam pembebanan: - Beban dengan amplitudo konstan. Landasan Teori Ada anggapan bahwa tegangan yang aman untuk suatu bahan adalah pada batas elastisitasnya. Benar untuk beban statis, karena jika beban berubah terhadap waktu maka akan terjadi suatu kerusakan fatik fatique failure.

Ingat banyak komponen mengalami pembebanan yang berubah — ubah terhadap waktu beba dinamis dan dari pengala man komponen yang mengalami beban dinamis dapat patah pada suatu tingkat tegangan yang jauh dibawah kekuatan luluhnya. Tiga faktor penyebab kerusakan fatik: a. Tegangan tarik maksimum. Besarnya fluktuasi beban. Besarnya jumlah cycle pembebanan. Faktor lain penyebab kerusakan fatik: 1. Kosentrasi Tegangan.

Ukuran benda kerja yang besar cenderung menurunkan fatique limit strength. Kondisi Permukaan. Kekasaran Permukaan. Benda kerja yang kasar akan mudah mengalami kelelahan, karena permukaan yang kasar digambarkan sebagai permukaan yang penuh goresan dan setiap goresan dapat merupakan kosentrasi tegangan dan potensial sekali untuk menjadi awal dari keretakan yang akan merambat karena beban berulang. Kekuatan Permukaan.

Benda kerja yang menerima beban paling tinggi adalah bagian permukaan, oleh karena itu retak sering kali diawali merambat dari permukaan. Residual Compressive Stress. Struktur Atom. Semua zat terdiri dari atom dan atom terdiri dari inti terdiri dari sejumlah proton dan neotron yang dikelilingi oleh sejumlah elektron.

KENAQU ME JETEN TENDE PDF

MAKALAH METALURGI FISIK PDF

Sifat Fisik Bahan Cara material berinteraksi dan merespon terhadap berbagai bentuk energi merupakan perhatian utama ilmuwan ditinjau dari segi rekayasa yang merupakan dasar untuk desain dan inovasi. Energi yang bekerja pada material dapat berasal dari medan gaya gravitasi, listrik, magnetik , radiasi elektromagnetik panas, cahaya, sinar X , partikel energi tinggi dan sebagainya. Sifat fisik yang penting dari material antara lain: 1. Kerapatan Didefinisikan sebagai massa per satuan volume material, bertambah secara teratur dengan meningkatnya nomor atomik pada setiap sub kelompok. Sifat Thermal Perubahan volume logam dengan berubahnya temperatur berperanan penting dalam proses proses metalurgi seperti pengecoran, penuangan dan perlakuan panas.

GERAS SKONIS PDF

.

GEORGE BASALLA PDF

.

Related Articles