INTERPRETASI TES WIDAL PDF

July 02, Suatu jenis Pemeriksaan Serologi. Beberapa hal yang sering disalahartikan : 1. Pemeriksaan widal positif dianggap ada kuman dalam tubuh, hal ini pengertian yang salah. Uji widal hanya menunjukkan adanya antibodi terhadap kuman Salmonella. Pemeriksaan widal yang diulang setelah pengobatan dan menunjukkan hasil positif dianggap masih menderita tifus, ini juga pengertian yang salah.

Author:Zulukazahn Tern
Country:Kazakhstan
Language:English (Spanish)
Genre:Sex
Published (Last):1 August 2019
Pages:79
PDF File Size:1.72 Mb
ePub File Size:2.11 Mb
ISBN:216-9-76779-256-4
Downloads:61925
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Dogal



Widal test merupakan suatu uji serum darah yang memakai prinsip reaksi agglutinasi untuk mendiagnosa demam typhoid. Dengan kata lain merupakan tes serologi yang digunakan untuk mendeteksi demam typhoid.

Beberapa hal yang sering disalahartikan : 1. Pemeriksaan widal positif dianggap ada kuman dalam tubuh, hal ini pengertian yang salah. Uji widal hanya menunjukkan adanya antibodi terhadap kuman Salmonella. Pemeriksaan widal yang diulang setelah pengobatan dan menunjukkan hasil positif dianggap masih menderita tifus, ini juga pengertian yang salah.

Setelah seseorang menderita tifus dan mendapat pengobatan, hasil uji widal tetap positif untuk waktu yang lama sehingga uji widal tidak dapat digunakan sebagai acuan untuk menyatakan kesembuhan.

Hasil ulang pemeriksaan widal positif setelah mendapat pengobatan tifus, bukan indikasi untuk mengulang pengobatan bilamana tidak lagi didapatkan gejala yang sesuai.

Prinsip Pada pemeriksaan uji widal dikenal beberapa antigen yang dipakai sebagai parameter penilaian hasil uji Widal. Berikut ini penjelasan macam antigen tersebut : Antigen O Antigen O merupakan somatik yang terletak di lapisan luar tubuh kuman. Struktur kimianya terdiri dari lipopolisakarida. Antigen H Antigen H merupakan antigen yang terletak di flagela, fimbriae atau fili S.

Antigen Vi Antigen Vi terletak di lapisan terluar S. Antigen ini digunakan untuk mengetahui adanya karier. OuterMembrane Protein OMP Antigen OMP S typhi merupakan bagian dinding sel yang terletak di luar membran sitoplasma dan lapisan peptidoglikan yang membatasi sel terhadap lingkungan sekitarnya.

OMP ini terdiri dari 2 bagian yaitu protein porin dan protein nonporin. Protein nonporin terdiri atas protein OMP A, protein a dan lipoprotein, bersifat sensitif terhadap protease, tetapi fungsinya masih belum diketahui dengan jelas.

INTERPRETASI HASIL Interpretasi dari uji widal ini harus memperhatikan beberapa factor antara lain sensitivitas, spesifitas, stadium penyakit; factor penderita seperti status imunitas dan status gizi yang dapat mempengaruhi pembentukan antibodi; saat pengambilan specimen; gambaran imunologis dari masyarakat setempat daerah endemis atau non endemis ; factor antigen; teknik serta reagen yang digunakan. Beberapa factor yang dapat mempengaruhi uji Widal dapat dijelaskan sebagai berikut, antara lain : 1.

Keadaan umum : gizi buruk dapat menghambat pembentukan antibodi. Saat pengambilan specimen : berdasarkan penelitian Senewiratne, dkk. Pengobatan dini dengan antibiotika ; pemberian antibiotika sebelumnya dapat menghambat pembentukan antibodi. Vaksinasi terhadap salmonella bisa memberikan reaksi positif palsu. Hal ini dapat dijelaskan bahwa setelah divaksinasi titer agglutinin O dan H meningkat dan menetap selama beberapa waktu. Jalan keluarnya adalah dengan melakukan pemeriksaan ulang tes Widal seminggu kemudian.

Infeksi akan menunjukkan peningkatan titer, sementara pasien yang divaksinasi tidak akan menunjukkan peningkatan titer. Obat-obatan immunosupresif dapat menghambat pembentukan antibodi. Reaksi anamnesa. Pada individu yang terkena infeksi typhoid di masa lalu, kadang-kadang terjadi peningkatan antibodi salmonella saat ia menderita infeksi yang bukan typhoid, sehingga diperlukan pemeriksaan Widal ulang seminggu kemudian. Reaksi silang ; Beberapa jenis serotipe Salmonella lainnya misalnya S.

Padahal sebenarnya yang positif kuman non S. Penyakit-penyakit tertentu seperti malaria, tetanus, sirosis dapat menyebabkan positif palsu. Konsentrasi suspense antigen dan strain salmonella yang digunakan akan mempengaruhi hasil uji widal. Namun hampir semua ahli sepakat bahwa kenaikan titer agglutinin lebih atau sama dengan 4 kali terutama agglutinin O atau agglutinin H bernilai diagnostic yang penting untuk demam typhoid.

Kenaikan titer agglutinin yang tinggi pada specimen tunggal, tidak dapat membedakan apakah infeksi tersebut merupakan infeksi baru atau lama.

Begitu juga kenaikan titer agglutinin terutama agglutinin H tidak mempunyai arti diagnostic yang penting untuk demam typhoid, namun masih dapat membantu dan menegakkan diagnosis tersangka demam typhoid pada penderita dewasa yang berasal dari daerah non endemic atau pada anak umur kurang dari 10 tahun di daerah endemic, sebab pada kelompok penderita ini kemungkinan mendapat kontak dengan S. Pada orang dewasa atau anak di atas 10 tahun yang bertempat tinggal di daerah endemic, kemungkinan untuk menelan S.

Dengan demikian, bila uji Widal masih diperlukan untuk menunjang diagnosis demam typhoid, maka ambang atas titer rujukan, baik pada anak dan dewasa perlu ditentukan. Salah satu kelemahan yang amat penting dari penggunaan uji widal sebagai sarana penunjang diagnosis demam typhpid yaitu spesifitas yang agak rendah dan kesukaran untuk menginterpretasikan hasil tersebut, sebab banyak factor yang mempengaruhi kenaikan titer.

Selain itu antibodi terhadap antigen H bahkan mungkin dijumpai dengan titer yang lebih tinggi, yang disebabkan adanya reaktifitas silang yang luas sehingga sukar untuk diinterpretasikan. Dengan alasan ini maka pada daerah endemis tidak dianjurkan pemeriksaan antibodi H S. Tapi ini tidak masalah. Yang penting tidak jatuh sakit.

Share this:.

KENT AND RIEGEL HANDBOOK OF INDUSTRIAL CHEMISTRY AND BIOTECHNOLOGY PDF

Widal test: Principle, Procedure, Results, Interpretation, Significance and Limitation

Widal test merupakan suatu uji serum darah yang memakai prinsip reaksi agglutinasi untuk mendiagnosa demam typhoid. Dengan kata lain merupakan tes serologi yang digunakan untuk mendeteksi demam typhoid. Beberapa hal yang sering disalahartikan : 1. Pemeriksaan widal positif dianggap ada kuman dalam tubuh, hal ini pengertian yang salah. Uji widal hanya menunjukkan adanya antibodi terhadap kuman Salmonella.

EL MAESTRO Y MARGARITA MIJAIL BULGAKOV PDF

Begini Cara Membaca Tes Widal Tipes yang Tepat

Hal ini mungkin menyebabkan seorang ahli yang sudah berpengalamanpun dapat mengalami kesulitan dalam menegakkan diagnosis demam tifoid apabila hanya berdasarkan gambaran klinis. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium mikrobiologi tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya. Tes ideal untuk suatu pemeriksaan laboratorium seharusnya bersifat sensitif, spesifik, dan cepat diketahui hasilnya. Dengan kata lain merupakan tes serologi yang digunakan untuk mendeteksi demam typhoid. Pemeriksaan yang positif ialah bila terjadi reaksi aglutinasi antara antigen dan antibodi agglutinin. Antigen yang digunakan pada tes widal ini berasal dari suspense salmonella yang sudah dimatikan dan diolah dalam laboratorium.

PARAPSICOLOGIA PROHIBIDA PDF

Titer antibodi ditunjukkan dengan pengenceran tertinggi yang masih dapat menunjukkan aglutinasi. Pipet serologi 2. Tes tube kecil 75x12mm 3. Omega Febrile test slide 6. Prinsip uji Widal adalah memeriksa reaksi antara antibodi aglutinin dalam serum penderita yang telah mengalami pengenceran berbeda-beda terhadap antigensomatik O dan flagela H yang ditambahkan dalam jumlah yang sama sehingga terjadi aglutinasi. Pengenceran tertinggi yang masih menimbulkan aglutinasi menunjukkan titer antibodi dalam serum. Teknik aglutinasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan uji hapusan slide test atau uji tabung tube test.

ELINOR OSTROM EL GOBIERNO DE LOS BIENES COMUNES PDF

This test was devised by Frank Widal in Widal originally described the test to diagnose Salmonella enterica serotype Paratyphi B infection. Patients infected with S. Widal test is the most widely used diagnostic test for typhoid fever in developing countries. The Widal test has been in use for more than a century as an aid in the diagnosis of typhoid fever. It measures agglutinating antibody levels against O and H antigens.

Related Articles